Studi Kasus: Roti Laris Manis, Tapi Kas Selalu Habis?

Bagaimana kami membantu Bakery Rumahan (Omzet Rp300 Juta/Tahun) menghentikan kebocoran profit dan menekan kerugian bahan baku hingga 80%.
Masalah: Penjualan Tinggi, Uang Tidak Terlihat
Profil Klien: Usaha Bakery Rumahan (Home Industry) dengan omzet Rp300 Juta/Tahun.
Klien datang dengan keluhan klasik bisnis F&B: “Capek produksi setiap hari, tapi pas tutup buku uangnya tidak ada.” Meskipun pesanan ramai, pemilik selalu kesulitan membayar supplier dan merasa profit yang didapat tidak sebanding dengan lelahnya.
Setelah kami audit, ditemukan 3 kebocoran fatal:
- Inefisiensi Bahan Baku (Waste Tinggi): Tidak ada kontrol stok. Tepung dan mentega sering “hilang” atau kadaluwarsa, menyebabkan kerugian rata-rata Rp2,5 Juta/bulan.
- Manajemen Piutang Buruk: Tagihan katering menumpuk hingga Rp15 Juta tak tertagih karena pencatatan manual dan pemilik sungkan menagih.
- HPP Tidak Akurat: Biaya kirim dan overhead (listrik/gas) tidak pernah dihitung dalam harga modal, sehingga margin keuntungan sebenarnya jauh lebih tipis dari perkiraan.
Solusi Praktis & Low-Cost
Untuk bisnis skala UMKM, kami tidak menyarankan software mahal. Kami bangunkan sistem yang sederhana namun ketat:
- Sistem Kontrol Stok (FIFO): Implementasi Template Stock Dashboard sederhana (Masuk-Keluar-Sisa) dengan fitur alert otomatis untuk bahan yang menipis atau mendekati kadaluwarsa.
- Otomatisasi Penagihan: Mengubah sistem penagihan manual menjadi sistem Reminder Digital Terjadwal, sehingga piutang tertagih lebih cepat tanpa perasaan “tidak enak”.
- Segregasi Rekening (Amplop Digital): Memisahkan rekening penerimaan omzet dengan rekening operasional. Biaya kirim dan listrik kini memiliki pos anggaran sendiri yang terukur.
Solusi Praktis & Low-Cost
Untuk bisnis skala UMKM, kami tidak menyarankan software mahal. Kami bangunkan sistem yang sederhana namun ketat:
- Sistem Kontrol Stok (FIFO): Implementasi Template Stock Dashboard sederhana (Masuk-Keluar-Sisa) dengan fitur alert otomatis untuk bahan yang menipis atau mendekati kadaluwarsa.
- Otomatisasi Penagihan: Mengubah sistem penagihan manual menjadi sistem Reminder Digital Terjadwal, sehingga piutang tertagih lebih cepat tanpa perasaan “tidak enak”.
- Segregasi Rekening (Amplop Digital): Memisahkan rekening penerimaan omzet dengan rekening operasional. Biaya kirim dan listrik kini memiliki pos anggaran sendiri yang terukur.
Kesimpulan: Akurasi Data = Profit Nyata
Masalah klien bukan pada resep rotinya, tapi pada resep keuangannya. Dengan menutup kebocoran kecil (seperti bahan rusak dan ongkir tak tercatat), profit bersih bisa melonjak signifikan tanpa harus menaikkan omzet.
Apakah Cerita Ini Mirip dengan Bisnis Anda? Jangan biarkan kerja keras Anda tergerus oleh administrasi yang buruk.
Catatan: Identitas klien disamarkan