Success Stories

Studi Kasus: Roti Laris Manis, Tapi Kas Selalu Habis?

Photo by James Collington on Pexels.com

Bagaimana kami membantu Bakery Rumahan (Omzet Rp300 Juta/Tahun) menghentikan kebocoran profit dan menekan kerugian bahan baku hingga 80%.

Masalah: Penjualan Tinggi, Uang Tidak Terlihat

Profil Klien: Usaha Bakery Rumahan (Home Industry) dengan omzet Rp300 Juta/Tahun.

Klien datang dengan keluhan klasik bisnis F&B: “Capek produksi setiap hari, tapi pas tutup buku uangnya tidak ada.” Meskipun pesanan ramai, pemilik selalu kesulitan membayar supplier dan merasa profit yang didapat tidak sebanding dengan lelahnya.

Setelah kami audit, ditemukan 3 kebocoran fatal:

  1. Inefisiensi Bahan Baku (Waste Tinggi): Tidak ada kontrol stok. Tepung dan mentega sering “hilang” atau kadaluwarsa, menyebabkan kerugian rata-rata Rp2,5 Juta/bulan.
  2. Manajemen Piutang Buruk: Tagihan katering menumpuk hingga Rp15 Juta tak tertagih karena pencatatan manual dan pemilik sungkan menagih.
  3. HPP Tidak Akurat: Biaya kirim dan overhead (listrik/gas) tidak pernah dihitung dalam harga modal, sehingga margin keuntungan sebenarnya jauh lebih tipis dari perkiraan.

Solusi Praktis & Low-Cost

Untuk bisnis skala UMKM, kami tidak menyarankan software mahal. Kami bangunkan sistem yang sederhana namun ketat:

Solusi Praktis & Low-Cost

Untuk bisnis skala UMKM, kami tidak menyarankan software mahal. Kami bangunkan sistem yang sederhana namun ketat:

Kesimpulan: Akurasi Data = Profit Nyata

Masalah klien bukan pada resep rotinya, tapi pada resep keuangannya. Dengan menutup kebocoran kecil (seperti bahan rusak dan ongkir tak tercatat), profit bersih bisa melonjak signifikan tanpa harus menaikkan omzet.

Apakah Cerita Ini Mirip dengan Bisnis Anda? Jangan biarkan kerja keras Anda tergerus oleh administrasi yang buruk.

Catatan: Identitas klien disamarkan

Pages: 1 2 3 4